Rumah dari Eliksir Gelap

 Aku adalah tubuh yang diracuni oleh rasa

yang datang terlalu deras,

hingga detak jantungku

menjadi medan perang yang tak seimbang.


Sejak kecil aku haus—

ada ruang kosong yang seharusnya diisi

oleh seorang lelaki yang disebut ayah,

namun ia pergi,

meninggalkan tangki jiwaku berlubang,

berkarat oleh kehilangan.


Maka ketika racun itu menetes ke dalamku,

aku menelannya tanpa sadar.

Aku tahu aku akan kalah,

tapi aku tidak pernah meminta semua ini.


Dunia berisik dengan nasihat,

seolah luka bisa dijahit

hanya dengan benang kata-kata.

Mereka tak tahu,

luka bukanlah sobekan di permukaan—

ia adalah jurang dalam dada,

tempat semua cahaya tenggelam

dan hanya bayangan yang bertahan.


Aku bukan salah,

aku hanya ciptaan dari keadaan yang tak

berpihak .

Namun aku diperlakukan seolah dosa berjalan,

seolah racun yang menetes ini

adalah pilihanku sendiri.


Biarlah mereka tak mengerti—

biarlah mereka hanya mampu menuding.

Karena hanya aku yang tahu

betapa racun itu telah menjadi rumah,

menyakitiku sekaligus menopangku,

membuatku bertahan hidup

di dunia yang sejak awal

tak pernah memberiku alasan untuk tinggal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Segala Tiba 🍒