Kala Segala Tiba 🍒
Di bawah langit yang menua dalam diam,
kutitipkan harap pada angin yang melintas lembut.
Ada nama, terselip di antara desir doa,
menyapa sunyi yang menunggu jawaban waktu.
Kutelusuri jalan yang dibentang takdir,
penuh kabut, penuh tanda yang tak kupahami.
Namun di tiap langkah yang gagu,
ada cahaya kecil yang tak kunjung padam —
barangkali itu cintaku,
atau mungkin restu dari yang Maha Mengetahui.
Aku tak menantang arah, hanya berserah.
Sebab yang kupilih hari ini,
mungkin hanyalah benih dari masa yang belum tiba.
Ia kan tumbuh, perlahan, di tanah kesabaran,
disiram rindu, disinari keyakinan,
hingga akhirnya mekar di taman waktu.
Betapa sering aku mengira keliru,
padahal hanya tergesa membaca rencana langit.
Sebab apa yang kusebut salah,
mungkin hanyalah musim yang belum genap.
Dan bila kelak, di persimpangan takdir,
aku kembali menemukanmu —
dalam cahaya yang lembut, dalam hati yang telah tenang,
maka aku tahu:
segala pilihanku, doaku, dan tindakanku
tak pernah tersesat,
hanya menunggu saatnya disebut benar
oleh waktu yang arif.
Komentar
Posting Komentar