Pada Waktunya Tiba
Aku menanam harap di tanah ragu,
menyiramnya dengan doa yang tak bersuara.
Setiap langkah adalah garis takdir
yang kutulis dengan tinta keyakinan.
Mungkin hari ini aku buta arah,
namun semesta tahu jalan pulangku.
Karena segala yang kupilih, kudoakan, dan kulakukan
akan menemukan waktunya sendiri —
saat tak lagi ada yang disebut “salah,”
hanya “tepat” yang datang terlambat.
Komentar
Posting Komentar