Masih kmu
Entah kenapa, meski luka berulang,
hatiku masih kembali pada namamu.
Seakan tiap retakan hanyalah jalan pulang,
ke rumah yang sudah lama runtuh,
tapi masih kuanggap teduh.
Aku tahu, logika berteriak,
“Lepaskan, jangan kembali.”
Namun rindu tak pernah pandai taat,
ia tetap berlari ke arahmu,
meski jalan penuh duri.
Mungkin aku bodoh,
atau mungkin hanya terlalu setia
pada kenangan yang tak pernah benar-benar pergi.
Sebab di balik luka yang kau beri,
ada cinta yang tak pernah bisa mati.
Komentar
Posting Komentar