Ilusi Antara Hati
Bolehkah aku bertanya,
sekali saja, dengan hati yang gemetar—
hati siapa sebenarnya yang sedang kau jaga
di sela doamu yang tak pernah kucuri tahu?
Aku merasa berjalan di lorong gelap,
di mana setiap langkahku
selalu dibayangi tanya:
apakah aku tujuanmu,
atau hanya persinggahan singkat yang tak kau akui?
Aku mencoba merajut keyakinan,
tapi benang itu putus
setiap kali matamu tak lagi memandangku
seperti pertama kali.
Dan aku takut—
takut menjadi orang yang terus menunggu
sementara hatimu sudah menemukan rumah lain
yang bukan padaku.
Jika kau benar menjagaku,
katakan dengan tegas
agar aku tak ragu menaruh seluruh hidupku
pada janji yang kau genggam.
Tapi bila kau menjaga hati yang lain,
jangan biarkan aku terus berlayar
di laut tanpa arah,
menjadi nahkoda yang menunggu pelabuhan
yang tak pernah kau siapkan untukku.
Aku tak butuh kepastian yang indah,
aku hanya ingin kejujuran yang sederhana.
Agar aku tahu—
apakah harus maju
menyongsong luka demi tetap di sisimu,
atau harus mundur
meski hancur, demi menyelamatkan sisa diriku sendiri.
Karena diam-mu menusuk lebih dalam
daripada kata-kata tajam sekalipun,
dan ketidakjelasanmu
lebih mematikan
daripada kehilangan yang nyata.
Komentar
Posting Komentar