Sekali Hidup, Tapi Tanpamu
Hidup ini cuma sekali—
dan sialnya, aku hidup di waktu yang salah untuk memilikimu.
Seperti langit yang jatuh cinta pada lautan,
selalu dekat… tapi tak pernah bisa bersama.
Aku berdiri di tepi takdir,
dengan tangan penuh luka yang tak kau lihat,
menyebut namamu dalam setiap doa yang tak pernah dijawab,
berharap semesta mabuk sejenak dan membiarkan kita untuk bersama.
Malam-malamku bukan gelap karena tiada cahaya,
tapi karena kau ada di sana—di ujung yang tak bisa kuraih.Jika air mata bisa menukar takdir,
maka aku sudah tenggelam dalam laut yang kuciptakan sendiri.
Apa salahku mencintai sekeras ini?
Apa dosaku hingga tak boleh memiliki?
Hidup ini singkat,
tapi siksanya tak pernah sebentar.
Dan meski aku tahu,
kau tak akan datang meski kupanggil dari jurang rindu yang paling dalam,
aku tetap di sini—
berharap,
berharap,
berharap…
bahwa di ujung segala kemungkinan yang hancur,
kau akan menoleh sekali,
dan berkata: "Seharusnya aku bersamamu."
Dalem bener kak hiks hiks
BalasHapus