Sebelum Kau Milik yang Lain
Bolehkah aku duduk di sisimu,
sebelum dunia menetapkan siapa pemilikmu?
Bolehkah aku menggenggam waktu,
walau sekejap, sebelum aku benar-benar kehilanganmu?
Aku tak meminta untuk selamanya,
hanya ingin tahu rasanya bersamamu,
agar kelak saat takdir berkata "bukan",
aku tak menyesal karena tak pernah mencoba.
Jika kau bukan rumah terakhirku,
setidaknya aku sempat berdiri di ambang pintumu,
mengucap salam, mengetuk pelan,
dan menyisipkan doa dalam diam.
Aku tak ingin menyia-nyiakan detik yang masih bersisa,
tak ingin menua dengan penyesalan yang tak sempat bercerita.
Jadi, izinkan aku mencintaimu,
walau hanya sebagai perhentian sementara dalam hidupmu.
Komentar
Posting Komentar