Mereka Ada, Tapi Aku Sendiri
Mereka tertawa di sampingku,
tapi tak satu pun mendengar sunyi dalam dadaku.
Langkah mereka ramai,
tapi hatiku sepi seperti ruang yang dilupakan pagi.
Aku ikut duduk, ikut berbicara,
namun rasanya seperti tak benar-benar di sana.
Seakan jiwaku tertinggal di tempat
yang tak pernah mereka cari.
Mereka ada—dan mungkin peduli—
tapi tak satu pun benar-benar mengerti,
bahwa kesendirian itu bukan karena tak ada orang,
melainkan karena tak ada pelukan
yang menyentuh luka paling dalam.
Komentar
Posting Komentar