Jika Waktu Mengizinkan
Aku bukan langit yang mudah jatuh pada hujan,
bukan pula daun yang ringan diterbangkan angin.
Tapi padamu, aku rebah—diam-diam, dalam-dalam,
seperti malam yang tak ingin pagi datang terlalu cepat.
Aku ingin tahu,
adakah aku menempati sebaris ruang dalam ingatanmu?
Ataukah aku hanya bayangan yang lewat
dan tak pernah tinggal di hatimu?
Jika waktu mengizinkan,
aku ingin bertanya tanpa takut kehilangan,
mengucap tanpa tersesat dalam harapan,
mencintaimu—tanpa harus terus menyembunyikan luka yang tak berani aku tunjukkan.
Komentar
Posting Komentar