Cukup aku melupakan diriku
Aku Pernah, Tapi Kini Tidak
Aku pernah menggenggammu erat,
lebih erat dari genggaman pada mimpi yang tak pasti.
Kupeluk harap meski tahu itu bisa menyakitiku,
kupaksa hatiku percaya,
bahwa kau akan tinggal... meski kau tak pernah benar-benar ada.
Kupilih diam saat hatiku berteriak,
kuberi maaf bahkan saat luka masih menganga.
Segalanya kuberi, bahkan diriku sendiri,
hanya untuk melihatmu bahagia,
meski tanpaku.
Tapi kini—
dalam senyap, aku mulai berdiri.
Kuraih kembali serpihan yang pernah kutinggalkan demi mencintaimu.
Aku mulai mencintai diriku sendiri,
bukan karena aku tak lagi peduli,
tapi karena aku akhirnya sadar—
aku layak untuk dicintai,
tanpa harus hancur berkali-kali.
Komentar
Posting Komentar