Aku yang Hilang Dalam Rasa
Ternyata rasa yang kutanam untukmu
lebih luas dari keberhargaan diriku sendiri—
aku menujumu sepenuh jiwa,
sampai lupa,
bahwa aku pun pantas disapa oleh makna.
Kutundukkan kehendakku,
membiarkan logikaku tenggelam dalam harap,
hingga aku tak tahu
mana yang sungguh aku,
mana yang sekadar bayangan dari inginku padamu.
Kupikir itu bentuk ketulusan,
ternyata perlahan menjadi pengikisan—
mengikis nuraniku,
menghapus jejakku dari diriku sendiri.
Aku mempersembahkan seluruh ruang batin,
hingga tak ada sudut tersisa untuk mengenali siapa aku.
Dan saat kau menjauh,
barulah aku pahami:
yang lebih dulu hilang… adalah aku.
Komentar
Posting Komentar