Laut dan Waktu

Laut ini,

tak pernah menanyakan mengapa ia kembali,
meski ombaknya tak pernah benar-benar berhenti.
Ia hanya tahu,
meski surut menelan banyak jejak,
ada rasa yang tetap diam di dalamnya,
tak lekang oleh waktu, tak sirna oleh angin.

Gelombang datang dengan rahasia,
melupakan pasang yang telah berlalu,
tapi di kedalaman,
di tempat yang tersembunyi,
rasa itu mengendap seperti pasir
yang tak pernah terhapus
meski disapu berkali-kali.

Saat air kembali menyentuh pantai,
ada yang selalu sama,
seperti detak yang tak terlihat,
seperti nafas yang tak pernah lelah,
meski ia tahu tak akan ada yang kembali utuh
seperti dulu.

Seperti laut,
aku menyimpan segala yang datang dan pergi,
memeluk kenangan yang tenggelam dalam arus,
namun tetap ada di sana,
tak tergoyahkan oleh pasang yang tak pernah usai.
Karena, pada akhirnya,
laut ini tak pernah kehilangan dirinya
meski selalu dipisah oleh waktu yang terus melaju.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Segala Tiba ๐Ÿ’