Hilang Sebelum Nyata
Kau datang,
seperti bisikan dari langit yang belum sempat jatuh,
mengendap dalam senyap,
menyentuh tanpa menyentuh.
Bayangmu melintas
di antara hujan yang enggan menjadi badai,
membawa getar yang tak bisa kutafsir
— hanya terasa, lalu lenyap.
Tak ada jejak
kecuali pada dada yang sunyi,
tak ada kata
selain tanya yang terus menggema:
adakah kau benar-benar pernah ada?
Kau menghilang
sebelum sempat kusebut nama,
sebelum waktu sempat mengizinkan
apa pun tumbuh dari pertemuan yang samar.
Dan kini,
yang tersisa hanya ruang kosong
di tempat yang bahkan belum sempat menjadi kenangan,
sebuah kehilangan yang tak bisa kusalahkan,
karena ia
— hilang sebelum nyata.
Komentar
Posting Komentar