Antara Mungkin dan Mustahil
Dalam senyumanmu kutemukan hangat,
tapi dingin menjalar saat kau diubah.
tapi dingin menjalar saat kau diubah.
Kau mendekat seperti musim semi,
namun pergi laksana bayang yang tak ingin dimiliki.
namun pergi laksana bayang yang tak ingin dimiliki.
Katamu, aku istimewa—
namun kenapa hatimu selalu abu-abu?
Kami tertawa di tengah pertanyaan,
bersedia di antara rindu yang tak tentu arah.
namun kenapa hatimu selalu abu-abu?
Kami tertawa di tengah pertanyaan,
bersedia di antara rindu yang tak tentu arah.
Aku ingin jatuh, tapi ke mana?
Langkahmu tak pernah tenang.
Apakah ini cinta, atau hanya persinggahan?
Aku terjerat dalam pertanyaan yang kau ciptakan.
Langkahmu tak pernah tenang.
Apakah ini cinta, atau hanya persinggahan?
Aku terjerat dalam pertanyaan yang kau ciptakan.
Jika ini bukan cinta,
mengapa rasanya begitu dalam?
Jika ini cinta,
kenapa tak ada pegangan?
mengapa rasanya begitu dalam?
Jika ini cinta,
kenapa tak ada pegangan?
Di antara kamu dan tidak,
aku terombang-ambing dalam nadamu.
Bukan luka, bukan bahagia,
hanya jerat yang tak bisa kutebak akhirnya.
aku terombang-ambing dalam nadamu.
Bukan luka, bukan bahagia,
hanya jerat yang tak bisa kutebak akhirnya.
Komentar
Posting Komentar